Kamis, 13 April 2023

MAKALAH EKSISTENSI PANCASILA DALAM NKRI

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

Pancasila adalah sebagai dasar negara dan di gagas pertama kali oleh Ir. Soekarno dan Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa. Pancasila berasal dari Bahasa sangsekerta panca yang berarti lima dan sila yang berarti perinsip atau gagasan. Sebagai dasar negara, tentu Pancasila ada yang merumuskannya.

Pancasila memang merupakan karunia terbesar Tuhan Yang Maha Esa dan Pancasila dalam perjalanan bangsa Indonesia bukan sesuatu yang baru, melainkan sudah lama di kenal sebagai bagian dalam nilai-nilai budaya Indonesia. Artinya, Pancasila di gali dan berasal dari nilai-nilai pandangan hidup masyarakat Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara berfungsi sebagai pokok pangkal bagi warga negara Indonesia dalam menjalankan kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara. Terdapat lima sila dalam Pancasila, setiap silanya memiliki nilai-nilai tersendiri. Nilai-nilai tersebut sekaligus sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia. Nilai Pancasila sebagai nilai dasar Pancasila dan  nilai dasar puncak budaya.Pancasila berdasarkan falsafah, manusia sebagai makhluk ciptaan tuhan mempunyai naluri, daya ingat, dan fuikiran, dan sadar akan keberadaanya yang serba berkegantungan adengan lingkungannya,alam semesta,dan penciptaannya ini menumbukkan cipta,karsa,dan karya untuk mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidup dari generasi ke generasi.pancasila merupakan dasar negara bagi kita sebagai dasar negarapancasila lahir berdasrkan nilai-nilai budaya yang terkadang sejak zaman nenek moyang kita dahulu.Nilai-nilai Pancasila tersebut lahir dan melekat secara tidak sengaja pada nenek moyang kita.

Pancasila terdiri dari panca dan sila di usulkan oleh Ir soekarno sedangkan nama sila di usulkan oleh salah seorang ahli bahasa.Pancasila di rasakansudah sempurna dan mencakup segala aspek pada bangsa Indonesia.setelah puluhan tahun lahirnya Pancasila tahu 1945hingga saat ini,negara di dunia mengalami pengembangan pesat dalam berbagai bidang kehidupan. Masuknya Pancasila di era globalisasi menjadikan bangsa dunia hamper tidak memiliki batas,dampak baik dan buruk nya globalisasi tentunya mari kita kaji bersam adengan melandasi Pancasila sebagai pedoman hidup masyarkat Indonesia dalam mengalami segala pemarsalahan seiring perkembangan zaman.kondisi bangsa Indonesia saat ini mencerminkan adanya penyompangan dalam Pancasila tidak sesuai dengan nilai-nilai seharusnya.Namun masih ada upaya pelurusan kembali terhdap nilai-nilai Pancasila.

Kelangsungan hidup bernegara dan bangsa Indonesia di era globalisasi,megharuskan kita untuk melestarikan nilai-nilai Pancasila, agar generasi penerus bangsa tetap dapat menghayati dan mengamalkan intisari nilai-nilai yang luhur itu tetap terjaga dan menjadi pedoman bangsa Indonesia sepanjang masa.

RUMUS MASALAH

1.      Apa yang dimaksud dengan eksitensi Pancasila ?

2.      Eksitensi Pancasila dalam NKRI ?

3.      Cara menjaga eksistensi Pancasila di NKRI ?

4.      Pancasial dalam pemikiran radikal dan revolusioner ?

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.      PENGERTIAN EKSISTENSI

Eksitensi berasala dari Bahasa latin Existere yang artinya muncul, ada, timbul, dan memiliki keberadaan aktual. Ekesitensi juga berarti segala sesuatu yang dialami dan menekankan bahwa sesuatu itu ada.

Berdasarkan pengertian diatas dapat kita simpulkan bahwa Eksistensi Pancasila adalah menyatakan dan menekankan bahwa Pancasila itu sudah diakui keberadaannya.

EKSISTENSI PANCASILA DALAM NKRI

Melihat proses lahirnya Pancasila mengindikasikan bahwa Pancasila memiliki nilai-nilai dan aturan-aturan dasar yang menjadi panutan bangsa dalam melakukan segala hal. Pada masa Soeharto di berlakukan system Pendidikan yang mewajibkan adanya P4. Namun, dalam penerapan nya dianggap gagal karena masyarakat berfikir bahwa kebijakan ini merupakan salah satu upaya untuk mempertahan kan kekuasaan. Lalu pada masa pemerintahan berikutnya nilai-nilai Pancasila semakin ditinggalkan, hampir semua yang terjadi didalam masyarakat sudah sangat jauh dari nilai-nilai Pancasila itu sendiri.

            Namun jika dilihat, pada kehidupan politik yang sudah banyak mengalami perubahan dan banyaknya pergantian rezim pemerintahan, Pancasila selalu dipertahankan. Hal ini membuktikan bahwa Pancasila pada msa belum mampu dijalankan dengan baik. Karena dengan Pancasila seluruh rakyat Indonesia mampu dan masih bersatu hingga saat ini.

            Nilai-nilai Pancasila hingga saat ini semakin terus-menerus tenggelam. Banyak yang tak tahu tentang Pancasila. Pancasila seakan tak mampu mempengaruhi dan menuntun masyarakat. Masyarakat terkesan masa bodoh dalam mempelajari Pancasila. Mengapa harus mengetahuai nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

             Pancasila di selenggarakan agar masyarakat tidak tercerabut dari akar budaya yang menjadi identitas sustu bsngsa dan sekaligus menjadi prmbeda antara satu bangsa dengan bangsa lainnya.Selain itu dekadensi moral yang terus melanda bangsa Indonesia ysng di tandai dengan mulai ketaatan masyarakat terhadap norma -norma sosial yang hidup bermasyarakat, menunjukkan penanaman nilai-nilai Pancasila.

            Dalam kehidupan politik,para elit politik(eksekutif dan legislatif)mulai meninggalkan dan mengabaikan budaya politik yanh santun,kurang menghormati dan kering dari jiwa kenegaraan.bahkan, banyak politikus yang terjerat masalah korupsi yang sangat merugikan keuangan negara.Selain itu, penyalah gunakan narkoba sebagai perusak generasi melibatkankan generasi dari berbagai lapisan mengerus nilai-nilai moral anak bangsa dapat membuat generasi bangsa menjadi generasi yang lemah dan tidak mempunyai moral sopan santun di dalam masyarakat dan bernegara selain itu maka dari itu nilai -nilai Pancasila harus benar-benar di tanamkan dalam hati dan jiwa kita sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

            Nilai-nilai Pancasila merupakan pandangan hidup yang berkembang dalam sosio budaya Indonesia. Nilai Pancasila di anggap nilai dasar dan puncak budaya bangsa sebagai hasil pemikiran yang sangat mendalam. Oleh karena itu, nilai tersebut di yakini sebagai jiwa bangsa dan kepribadian,dan ruh bangsa Indonesia.Sedemikan mendasarnya nilai itu dalam menjiwaidan memberi watak (kepribadian dan identitas )bangsa sehingga pengakuan atas kedudukan Pancasila sebagai filsafat banga merupakan hal yang sesuai dengan keadaan. Dalam hal ini, Pendidikan Pancasila sangatlah logis dan strategis sebagai landasan untuk mengkaji dan mengamalkan dalam hidup bermasayarakat dan bernegara.

EKSISTENSI PANCASILA DI MASA SEKARANG

Eksitensi Pancasila pada mas sekarang adalah negara yang mengamalkan dan mematuhi segala apa yang tercantum di dalam nya tapi, pada masa sekarang Pancasila hanyalah di buat menjadi symbol Negara saja bagi bangsa Indonesia  pada masa sekarang. Ternyata banyak sekali masyarakat tidak menghargai Pancasila sebagai itu sendiri ,masyarakat dan bernegara.

            Contoh kecil dari tingkah laku  masyarakat yang tidak menghargai Pancasila adalah seperti Pancasila yang selalu di pajang di sekolah-sekolah, kantor-kantor tetapi tidak diamalkan isinya. Tidak jarang kita lihat  banyak murid- murid yang melawan pada gurunya, banyak guru sekarang yang di salahkan karna kelakuan muridnya, karna itu banyak  masyarakat  memandang guru yang terlalu kejam kepada murid padahal kenyataanya murid yang tak mau mematuhi peraturan yang di tetapkan sekolah.

            Banyak murid sekarang yang sudah kecanduan narkoba, ikut geng motor, atau pergaulan bebas antara laki- laki dengan perempuan, dan masih banyak lagi. Nilai Pancasila hanyalah di jadikan symbol saja bukan untuk di patuhi dan di laksanakan rakyat Indonesia yang masih belum faham apa aitu makna , peraturan yang tercantum dalam Pancasila.

            Bukan hanya itu terdapat perselisihan antara rakyat dengan pemerintah, antara mahasiswa dengan para pejabat pemerintahan yaitu denagan adanya tindakan demoa dan bentrok yang tidak seharusnya terjadi dikarenakan emosi yang tak berkesudahan. Dalam hal ini para mahasiwa yang melakukan hal tersebut tidak mematuhi Pancasila yang terdapat pada sila ke 4 yaitu; Kerakyatan yang di pimpim oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

            Sebagaimana kita ketahuai bahwsanya masyarakat boleh mengajukan pendapatnya kepada penguasa tetapi dengan cara yang benar yaitu dengan musyawarah untuk mencapai mufakat. Dalam pemerintahan juga banyak masalah-masalah yang tidak terselesaikan seperti kasus korupsi yang masih merajalela. Tuntunan perilaku warga negara di dasarkan pada nilai-nilai Pancasila yang dijadikan pedoman sesuai dengan ketetapan MPR NO.11/ MPR/1978 tentang pedoman penghayatan dan pengalaman Pancasila [P4] Namun , sebelum kita membahas tentang hubungan konsep,nilai moral dan norma dengan tuntutan perilaku warga negara.

            Warga negara adalah mereka yang secara hokum merupakan anggota negara dari suatu negara. Sedangkan mereka yang tidak termasuk warga negara disebut orang asng atau tidak warga negara. Sedangkan menurut Pasal 26 ayat 1 menyatakan bahwa yang menjadi warga negara ialah orang -orang bangsa Indonesia asli dan orang orang bangsa lain yang yang disahkan oleh uandng undang sebagai warga dan ayat 2 menyatakan bahwas syarat syarat menjadi warga negara telah tecantum pada undang -undang.

            Warga negara mempunyai hak dalam mengajukan pendapat masing-masing dalam ha ini ada beberapa hal  maka masyarakat Indonesia harus memmiliki sopan santun kepada para pemerintah dengan cara demokrasi secara etimologis kata demokrasi berasal dari Yunani demos dan kratos yang artinya pemertintahan oleh rakyat di mana kekuasaan tertinggi berda di tangan rakyat dan di jalankan oleh wakil-wakil yang telah di pilih oleh rakyat di pilih dalam sistem luber dalam pemilihan tersebut.

            Pemerintahan dari rakyat mengandung pengertian bahwa suatu pemerintahan yang sah adalah pemerintahan yang dapat pengakuan dan dukungan mayoritas rakyat melalui demokrasi pengakuan dan dukungan rakyat sangatlah penting bagi pemerintahan karna dengan legitimasi politik tersebut pemerintah dapat menjalankan roda birokrasi dan program sebagai wujud amanat yang di berikan rakyat kepadanya dalm hal ini eksistensi Pancasila dalam menjalankan nilai-nilai yang tecakup padanya yaitu yang terdapat pada sila yang ke 4 antara rakyat dengan pemerintah haruslah mempunyai kesadaran bahwasanya Pancasila sebagai panutan dan kesadaran kita agar menjalankan intisari dari Pancasila tersebut dalam hidup bernegara dalam pemilihan wakil rakyat harus bisa berlaku adil dalam memilih pemimpin dan dalam memilih satu dan wakil rakyat.

TANTANGAN PANCASILA DI ERA GLOBALISASI

            Di era globalisasi sekarang ini mudahkan sekali terjadi benturan antara agama,etnis dan golongan jika tidak di tata dengan arif dalam bingkai yang mempersatukan , yaitu Pancasila.salah satu upaya membangun strategi perdamayan antara ummat beragama adlah Pancasila karena Pancasila dapat berfungsi sebagai bagian terpenting dari factor-faktor pemersatu Indonesia. Pancasila juga merupakan salah satu nya asas dalam kehidupan berbangsa, beragama dan bernegara, serta memiliki relevansi dari berbagai aspek kehidupan antara umat beragama di Indonesia.

            Globalisasi merupakan fenomina yang tidak dapat di hindari, dimana stu negara dengan negara lain yang berdaulat, semangkin tipis batas-batasan nya. Hal ini di sebabkan oleh telah berkembang pesatnya, terutama teknologi komunikasi, informasi dan transportasi, yang membuat jarakn satu sama lain semakin tipis.       

             Kenyataanya tersebut memberikan pesan bahwa kita hidup di dunia yang dari sudut perkembangan ekonomi dunia semangkin efisien di banding masa lalu. Jadi globalisasi ibarat pedang bermata dua. Satu sisi memberikan kita banyak peluang yang dapat di manfaatkan, guna mnciptakan kemajuan dan kemakmuran satu negara atau komunitas masyarakat lokalTetapi di sisi lain, globalisasi dapat memunculkan musibah atau mala petaka, sebuah negara bisa mengalami kehancuran akibat kalah dari persaingan global.[1]

PANCASILA DALAM PEMIKIRAN DAN REVOLUSIONER

            Pancasila dalam pemikiran radikal dan revolusioner perlu kita renungi,Pancasila sebagai dasar negara oleh ketegangan konflik da consensus bersama kondisi bangsa Indonesia yang dimasa kolonial selalu menempatkan warga nusantara sebagai pihak yang terkalahkan banyak menginspirasi perumusan Pancasila. Para pendiri bangsa berhasil keluar dari rutinitas pandangan hidup bangsa melalui penalaran kontemplasi yang berilian.[2]

            Kelemahan bangsa Indonesia yang Nampak dalam menghadapi penguasa kolonial adalah lemahnya persatuan bangsa Indonesia. Perbedaan yang ada pada masyarakat sering dijadikan media pecah belah oleh kolonial warga pribumi di nusantara belum merasa dan menyadari dirinya sebagai sesame bangsa yang senasib dan seperjuangan. Sehingga beberapa tokok pergerakan nasional,mulai dari tanmalaka ,hatta,dan soekarno melihat bahwa rasa senasib sepenanggungan sebagai bangsa inilah yang harus dikembangkan. Menuntut adanya penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Secara kodratnya manusia memiliki hak dan martabat yang sama setiap bentuk pemikiran,sistem hingga tindakan yang tidak menghargai dimensi kemanusiaan dan keadilan bertentangan dengan prinsip Pancasila.

             Di dalam prinsip Pancasila tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan agama ,ras,warna kulit,atau budaya. Pandangan Pancasila mengakui adanya prulalism yang memungkinkan berkembangnya suatu nasionalisme yang ingklusif. Kehidupan masyarakat yang cukup memprihatinkan dari masyarakat pribumi akibat kemiskinan dan pembodohan oleh kolonialisme ,imprelialisme,dan kapitalisme

             Hanya melalui sistem humanis dan adil masyarakat Indonesia berpeluang untuk memperoleh kemakmuran. Bukanlah suatu mimpi yang diwujudkan tanpa dasar. Pancasila dirintis untuk menggapai tatanan masyarakat yang adil dan makmur, untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur terwujud jika masyarakat Indonesia terus mewarisi dan mengembangkan nilai-nilai luhur yang digali dari sumber religioitas. Eksistensi tuhan sudah dikenal olh masyarakat nusantara dengan segala istilah dan ajaran toleransi terhadap perbedaan sikap banyak dijunjung oleh nenek moyang nusantara. [3]

            Berbagai nilai-nilai dasar tersebut milai dirintis oleh tokh-tokoh pergerakan nasional. Pada saat soekarno menyebutkan dan merumuskan dsar negara yang ditawarkan dalam siding BPUPKI tidak ada hadirin yang menolak. Berbagai nilai luhur tersebut sudah ada dan hidup di masyarakat nusantara serta diperkaya dengan pemikiran dunia yang modern.

            Kepentingan bangsa dan negara selalu menepati posisi yang dominan dalam perumusan Pancasila sebagai dasar negara maupun sebagai pandangan hidup bangsa. Prinsip-prinsip yang ada dalam Pancasila tidak semuanya berasal dari asing Pancasila juga tidak semuanya berasal dari warisan nusantara. Kembalinya warisan  nusantara ,para pendiri negara mengolah kembali warisan  nusantara  dan memperkaya dengan warisan dunia  sehingga muncul suatu rumusan Pancasila yang sangat cerdas dan psioner[4]

PENUTUP

KESIMPULAN

 

            Eksistensi Pancasila pada masa sekarang adalah perubahan yang jauh dari nilai, dan moral yang terkandung dalam Pancasila tersebut karna banyak masyarakat yang tidak memahami dan mengamalkan makna Pancasila yang sebenarnya pada masa sekarang, bukan hanya di kalangan masyarakat saja tetapi di era globalisasi baik di bidang komunikasi, di bidang  ekonomi, dan lain-lain.

            Globalisasi membuat sebuah manfaat yang dapat memberi keuntungan bagi bangsa Indonesia apabila dapat dimanfaatkan dengan baik, dan juga dilandasi oleh nilai-nilai Pancasila. Namun, jika nilai-nilai Pancasila di hilangkan dan di anggap remeh oleh bangsa, maka tantangan globalisasi malah akan menjadi boomerang bagi bangsa dan akan terus merugikan negara. Peran Pancasila akan terus dibutuhkan untuk kemajuan bangsa dan dalam menghadapi tantangan zaman yang kian maju.

 

 

SARAN

Seharusnya bangsa Indonesia dapat mengamalkan niali-nilai Pancasila sebagai fondasi dasar bagi bangsa untuk menghadapi kemajuan zaman  mengendalikan dan mengamalkan nya di era globalisasi.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Usiono, Potret Baru Pendidikan Pancasila. (Medan: Perdana Publishing, 2018)

Saidurrrahman, Arifinsyah Pendidikan kewarganegaraan pancasila harga Mati ( Jakarta: Pranamedia Group, 2018)

Al hakim Pendidikan kewarganegaraan dalam konteks Indonesia (malangpradnyaparamita 2018)

Hariyono idiologi Pancasila roh progesis nasionalisme Indonesia( malang instans publishing 2014)

Sri untari Pancasila dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (malang instan publishing 2014)hal.45

Sumarsono Pendidikan kewarganegaraan (Jakarta PT.Granmedia pustaka utama 2007)



[1] Saidurrahman, Arifinsyah, pendidikan kewarganegaraan NKRI Harga Mati (Jakarta: PRENADAMEDIA GROUP, 2018), hal. 57

[2] Sri untari Pancasila dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (malang instan publishing 2014)hal.45

Sumarsono Pendidikan kewarganegaraan (Jakarta PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA 2007)hal.67

 

[3] Al hakim Pendidikan kewarganegaraan dalam konteks Indonesia (malangpradnyaparamita 2018),hal.62

[4] Hariyono idiologi Pancasila roh progesis nasionalisme Indonesia( malang instans publishing 2014)hal.72

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA DAN PEMERSATU BANGSA

    BAB I PENDAHULUAN A.     LATAR BELAKANG Pancasila adalah sebagai dasar negara, Dan digagas pertama kali oleh Ir.Soekarno dan pan...